Setan-setan.....

Sunday, August 22, 2010

Say hello friendss, Rhy-rhy kembali lagi.. dengan segala ketidak jelasan yang dimilikinya. Huahahaha...
Yaphz, mari kita bahas tentang Tanah air kita. Nah yang mana nih yang tanah air? Musik? Ah dah sering.. film? Malas... artis? Bosen..
Nah gimana kalo kita ngebahas soal hantu... hantu.. hantu... hihihihi...
Pastinya nih, kalo kita-kita pada ngimongin makhluk-makhluk kayak beginian, pasti bawaannya Hororrr... takut, nyeremin, ngegigit, nyelekit dan bahkan kadang bikin ketawa. Kan biasanya tuh kalo habis nonton aksi para hantu ini, terkadang kita jadi takut buat jalan sendirian. Sekalipun itu Cuma mau ke kamar mandi doang atau bahkan ke dapur buat minum. Pasti selalunya mau ditemenin. Itu sih kalau saya, maklum penakut. Nah, kalau sobat sendiri? Gimana?
Bila kita-kita ngomongin macam hantu-hantu ini, kita bakalan menilik mereka dari segi penampilan, incaran mereka, hal yang identik dengan mereka, dan pastinya hal yang paling mereka takuti.. secara yang beginiankan penting juga. Ya nggak? So, kalau waktu kemunculan mereka bisa dibilang kala menjelang malam sampai menjelang subuh tiba. Jadi, kita juga mesti waspada pada saat-saat beginian. Apa lagi kalau sedang berada di tempat yang sepi-sepinya.
Kita mulai dari yang lokal-lokal dulu..
1. Kuntilanak
Yo wiss, ini dia saya simpan di urutan pertama. Kenapa? Karena saya paling ngeri sama nih mahkluk satu. Makhluk yang digambarkan dengan wanita berambut panjang awut-awutan , berwajah pucat, dan berbaju putih panjang banget, dengan kaki yang tidak berpijak ditanah. Wuih nyeremin. Dari beberapa info yang Rhy-rhy dapat, nama hantu ini berasal dari kata ‘kuntil’ dan ‘anak’. Jadi ceritanya tuh, mereka suka nyulik anak-anak dan entah mereka apakan dah. Nama mereka sendiri tuh ada banyak, nggak tahu nih yah kalau di daerah lain. Tapi kalau di daerah Rhy-rhy sendiri biasanya tuh disebut Kandole, Kabuna, dst.
Yang mereka kadang lakuin tuh mulai dari gangguin wanita hamil sampai nyulik anak-anak kecil, dan hal yang mereka takuti antara lain adalah ayat-ayat suci Al-qur’an *pastinya* dan benda-benda tajam semacam pisau, gunting, dan paku. Nah pasti yang suka nonton filmnya Suzanna nih pasti tahu. Kayak malam satu suro itu, dimana si bintang yang identik dengan bunga melati ini berperan sebagai Suketi. Kuntilanak yang di ubun-ubunnya di tancapkan paku. Beuhh, cantik-cantik tapi nyeremin. Kalau yang sekarang yang lagi gandrung itu kayak hantu casablanca kuntilanak merah, kuntilanak 1 & 2, dan paku kuntilanak.


2. Leak

Di urutan kedua ada Leak. Leak ini, dipercaya oleh masyarakat Bali *katanya..* sebagai penyihir jahat. Makhluk ini bercirikan kepala dengan organ-organ dalam tubuhnya yang tampak melayang-layang bersama kepala ntu. Yah, macam hati, jantung, paru-paru, usus dan lain-lain tuh pada nempel di tulang belakangnya. Nah makhluk macam ini kayaknya bisa di identikan dengan semacam dukun santetlah, tapi ini buat yang di daerah saya, nggak tahu mah kalau yang di daerah lain. Kebanyakan muncul dimalam hari, membawa organ-organ melayang mereka dan meninggalkan tubuh mereka di pohon-pohon besar atau pohon-pohon yang berumpun macam bambu atau pohon pisang. So, kalau malam hindari pohon bambu dan pisang. Wkwkwkwk...
Di daerah saya, makhluk ini sering di sebut ‘poppo’. Nah kalau kamu cukup berani buat nanganin nih makhluk, ketika kamu mendapati tubuh dari Leak ini, kamu bisa memasukan benda-benda kecil kedalam tubuh mereka yang lubang. Secara gitu, isinya dah pada terbang semua. Kamu bisa ngisi pake batu, pasir, atau kayu-kayu kecil. Karena *ini juga menurut sumber luar/ sepupu* hal ini bisa mencegah mereka untuk masuk kembali dan menyatu dengan tubuh yang telah mereka tinggalkan, dan biasanya tubuh mereka itu akan mengeluarkan bau yang sangat tajam. Entah, hal ini belum bisa diketahui lebih lanjut. Hanya saja mungkin, ketika si kepala ini tidak bisa kembali lagi ke tubuh mereka karena telah ‘berisi’. Tidak tahu, apakah si kepala tetap gentayangan atau menghilang secara misterius.
Katanya sih, makhluk yang seperti ini tuh hanya manusia biasa. Dan mungkin karena suatu hal semisalnya dendam mereka jadi mempelajari ilmu-ilmu hitam dan menakut-nakuti orang yang mereka dendami tersebut. Biasanya, keluarga si manusia Leak ini bisa malu, karena ketahuan bahwa salah satu dari anggota keluarga mereka adalah Leak. Hal ini tentu bisa berdampak pada psikologis mereka dan juga pada masyarakat sekitar tentunya. Dari hal ini bisa disimpulkan bahwa Leak takut bila tubuh mereka ditemukan dan ‘diisi’ oleh orang lain, so pasti mereka benar-benar menyembunyikan tubuh mereka.

3. Pocong
Yahhh. Pocong kuenya..pocong kuenya.. pocong kuenya sekarang juga.. *digeplak pocong* wkwkwk... potong kalee bukan pocong. Yaphz kita rileks dulu, jangan terlalu tegang dengan semua yang ada. Huahaahahah.. *kayaknya yang setan nih si penulis.. bukan yang ditulis..*
Pocong, pastinya bisa dilihat sebagai makhluk yang dibungkus kafan dan kalau jalan loncat-loncat. Bila di film-film tanah air, sering di identikkan dengan wajah yang hitam, mata berongga, dan pastinya sih loncat-loncat tadi.
Orang bilang sih, dan meskipun ini belum terlalu jelas, hal yang membuat si pocong ini gentayangan tuh karena tali pocongnya lupa di lepas. Wuhhh, kacau banget nih kalau kejadian. Habis sudah... masa depan para penggali dan penjaga kubur. Hiiii...
Mungkin sih, mereka tuh bakalan ngegentayangin orang yang lupa nyabut tali pengikat mereka atau bahkan nyamperin orang-orang buat bilang
“Mas.../Mbak... lepasin tali pocong saya dong..”
Tidak!!! Nyeremin banget! udah kencing duluan saya.. mana sempat lagi ngebantuin melepas tali pocong kalau udah pingsan ditempat? Atau paling nggak sudah lari ngibrit duluan nyari tempat perlindungan. Tapi, kalau yang di film-film ntu, biasanya mereka-mereka ini jadi pocong karena dendam mereka belum terbalaskan. Seperti yang di film pocong 1 & 2. Nah, kalo ngadepin nih setan, baca doa aja dah... mudah-mudahan doanya dikabulin, wkwkwkwk...
Nah, kayaknya segitu dulu deh, jadi sekarang lebih milih ngadepin yang mana? Bonyok yang murka gara-gara kita suka pulang telat atau kuntilanak, leak, atau pocong? *lha apa hubungannya?*
Hehehehehhe.....

Dua hal yang dapat dilakukan untuk bersyukur...

Tuesday, August 17, 2010

Assalamualaikum... jreng... jreng.. jreng...

Hoi-Hoi Friends...
Nah, saia mau bagi-bagi sesuatu nih. Dans emoga saja ‘sesuatu’ ini bisa menjadi hal yang berguna dan kita semua dapat mengambil pelajaran didalamnya.Ada dua hal yang dapat kita lakukan untuk ngeapresiasiin rasa syukur kita kepada Allah Azza Wa Jalla.

Yang pertama...
Jangan pernah mengasihani diri sendiri, alias kita tuh gak boleh kerjaannya cuma mengeluh, mengeluh, mengeluh dan mengeluh. Seakan-akan semua beban di dunia ini jatuh semua ke kita. Orang yang sedikit-sedikit mengeluh, adalah orang yang tidak mensyukuri nikmat dan bisa jadi bukan bagian dari orang-orang yang beriman. Mengapa? Karena eee karena, orang beriman itu, setiap apa yang terjadi pada dirinya, entah itu musibah atau keberuntungan pasti akan menganggap bahwa semua yang terjadi itu ada hikmah dibaliknya. Ada hikmahnya.

Salah satu contohnya, Pr yang dikasih sama guru-guru kita. Kita kadang menganggap, ‘aihhh... nih guru kok ngasih pr mulu ya!?’. Tapi dibalik pemberian Pr itu, ada hikmah yang tersimpan, yaitu kita bisa belajar dirumah. Waktu kita dirumah tidak terbuang sia-sia, karena dengan adanya Pr itu kita menggunakanwaktu kita untuk belajar dan menambah ilmu kita. Kan belum tentu, biar tidak ada Pr kita masih mau tetap belajar? Iya toh?.

Lagipula, Allah SWT menciptakan bumi dan seisinya ini tuh tidak ada yang sia-sia. Tidak ada yang sia-sia. Terkadang, ada sebagian dari kita yang berpikir bahwa tidak ada gunanya dia hidup di dunia ini, dia itu tidak berarti. Stop! Pemikiran yang seperti itu sangatlah salah!

Tidakkah kita berpikir, kenapa harus ada sakit gigi didunia ini? Kenapa harus ada kotoran manusia didunia ini?kenapa harus ada patah hati di dunia ini? Kenapa? Karena dibalik sakit gigi itu, dibalik kotoran manusia itu, dibalik patah hati itu, ada sesuatu yang tersimpan.

Sakit gigi. Kalau tidak ada sakit gigi, apa yang mau dikerja sama dokter gigi?
Kotoran manusia. Kalau tidak ada kotoran manusia, tukang sedot WC mau ngerjain apa?
Patah hati. Kalau tidak ada patah hati, ltnatas bagaimana kita akan merasakan cinta? Bagaimana hati ini akan kokoh kalau jalannya ‘lurus-lurus’ saja? Tak pernah sedikitpun menghadapi cobaan?
Nah, jadi setiap apa yang terjadi pada kita, apa lagi itu adalah masalah jangalah kita langsung mem-Blacklist masalah tersebut. Cobalah kita resapi masalah itu, kita pasti akan menyadari ‘oh, ada hikmahnya...’

Yang kedua...
Selalulah melihat ke bawah.
Selalu melihat kebawah bukan berarti kita mesti pelototin terus tuh tanah dibawah kaki kita. Ngak. Bukan seperti itu. maksud dari ‘selalu melihat ke bawah’ adalah selalu merasa rendah hati alias gak sombong, selau mensyukuri nikmat yang diberikan oleh Allah SWT. Adakalanya, kita lupa bersyukur kepada Allah, adakalanya kita menyalahkan diri sendiri karena kita tidak mendapatkan sesuatu yang kita inginkan. Padahal, tidak selamanyakan apa yang kita mau itu kita dapatkan. Selalu melihat kebawah juga dapat me’ngerem’ rasa tidak puas kita.
Cobalah kita renungkan...

Kita sepatutnya harus bersyukur kepada Allah SWT karena telah memberikan kita orang tua yang lengkap. Cobalah kalian tengok saudara-saudara kalian diluar sana, yang terkatung-katung tanpa adanya orang tua yang mengasihi dan mencintai mereka.
Kita sepatutnya bersyukur akan makanan seadanya yang ada dimeja makan kita. Cobalah kita tengok orang-orang yang ada diluar sana, yang harus menahan rasa lapar yang menggigit, yang bahkan harus menguras keringat hanya untuk sesuap nasi.
Sudah seharusnya kita bersyukur karena diberikan banyak Pr oleh guru kita. Cobalah lihat mereka-mereka yang menjadi gelandangan diluar sana tanpa megecap pendidikan yang layak sama sekali.

LAGI pula, dengan banyak-banyak bersyukur kepada Allah atas nikmat-Nya, niscaya kita akan mendapat nikmat yang lebih nikmat lagi. Niscaya, dnegan kita yang pandai-pandai bersyukur, akan meraih rezki yang berlimpah. Jadi, ayo kita bersyukur!!!

Wassalamu alaikum....
Eeengggg.... ing.... engggg...

Huuufttt...

Sunday, August 15, 2010

Hai~~ hai~~ friends...
Huweee... Saia loyo banget hari ini. Dirumah bosan sekali, paling yang dikerjain juga main game, tidur, nonton (acara Tv yang ngebosenin banget), dan mKTT (mengKhayal Tingkat Tinggi).

Dan, besok saia mau Peski (Pesantren Kilat) itu... tuh... Yang kita ikut pesantren selama beberapa hari, pas selesai pesantren kita GOSONG. Wkwkwkwk ngerti maksudnya? Gak ngerti? Ya udah... *???*
lalu, kitorang yang biasanya kalau bulan puasa itu libur, sekarang NGGAK!

Emang sih, kalau dipikir-pikir lebih lanjut banyak sisi positifnya juga. Misalnya nih ; kita gak bosan setengah berlumut dirumah (nih, kayak saia), kita gak bengong aja ngeliatin Tv, ilmu kita makin bertambah karena waktu kita tidak sia-siakan dengan hal-hal gak penting. Contohnya ; bengong, ngegosip, tiduran gak jelas, de el el.

Hah, bosan...

Biar Telat Yang Penting Tersampaikan

Thursday, August 12, 2010

Assalamualaikum... Ya akhi, ya ukhti...

Wee'e'ee'...
Tanpa terasa, Ramadhan telah tiba. Bulan yang penuh nikmat dan berkah. Bulan dimana kita harus mampu menahan hawa nafsu...

Dan, diawal bulan yang indah ini, saia menghaturkan maaf kepada saudara-saudaraku...
Maafkanlah saia ini, saia menyadari bahwa saia telah banyak bersalah pada kalian...

Dan khusus buat Bundaku tersayang...

Bunda...
Aku, anakmu...
Menundukkan kepala dan hati ini padamu...
Setitik embun membasahi pipi ini...
Jatuh menetesi kilauan hatimu...

Bunda...
Aku, anakmu...
Bersimpuh dihadapanmu...
Meminta maafmu, memohon cintamu...

Bunda...
Terima kasih,
Atas cinta dan kasihmu...
Maaf,
Karena ku t'lah bersalah padamu...

Dan do'aku kepada Sang Maha Pemberi...

Ya Allah...
Kupanjatkan do'aku
Memohon ampunanmu...
Mengharap ridhamu...
Meminta petunjukmu...

Wahai Sang Pencipta Kehidupan,
Hamba-Mu yang hina ini sadar,
T'lah banyak lupa pada-MU,
T'lah lalai menjaga hati ini tuk selalu mengingat-Mu...

Ya Alah,
Aku datang memohon ampunan-Mu...

Cuma Buat Senang-Senang

Saturday, July 3, 2010

Don’t angry be happy, hehehehe..
HAI-HAI...
PrenkzZz.. masih ingat tho dengan saia? Si author bla-bla-blanya FFN? Yang fanatik banget dengan pairing NaruHina?. Hehehhe... kali ini, saia tidak akan membahas mengenai masalah pairing tersebut, ataupun malah curhat gaje tentang perut saia yang lapar*?*. tapi yang kali ini akan saia tulis adalah..
Ngomongin flame/flamer yang memang gak pernah ada habisnya.
Mengenai kisruh FFn akhir-akhir ini.
But, pertama-tama saia bakalan mohon maaf dulu, bila nanti ketika kamu-kamu semua baca nih tulisan gaje bakalan merasa bahwa kata-kata dalam tulisan gaje ini rasanya seperti cabe rawit alias pedas abis. Lagipula, saia menulis kayak begini untuk membuat perasaan saia lega, dari pada saia simpan dalam hati dan malah jadi penyakit hati? Gimana? Gomenasai before it (lha, apa coba?)
Yo! Check it out, baby!
-
MENGGUNAKAN dalil atas nama persaudaraan dan kepedulian sesama author, ada beberapa orang yang membuat fict-fict yang kurang lebih berisi fight back terhadap flamer. Memang, semua orang sudah tahu bahwa flame itu adalah kata-kata/pendapat/ kritikan pedas yang diberikan seseorang kepada kita—author. Saia mungkin tidak bisa bependapat banyak mengenai perasaan kita ketika mendapatkan flame, orang saia belum pernah (alhamdulillah) mendapatkan flame. Tapi, setidaknya saia bisa merasakan sedikit kepedihan dari teman-teman yang mungkin pernah di flame. Yang pasti kita bakalan merasa sakit hati dan sedih.. (gak tahu ya buat yang pernah mendapat flame langsung. Hehehe...).
Lantas, bagaimana kita bersikap menanggapi flame (ini menurut saia ya..)
* kalau seandainya flame tersebut benar-benar membangun, tidak menghujat dan memaki, tidak bernada menjatuhkan, mungkin kita dapat sedikit bersyukur akan hal ini. Karena itu membuktikan bahwa ada orang yang mau memperingati dan menunjukkan kesalahan kita. Mengatakan bahwa kita salah dalam tata bahasa (alias miss typo nyebar dimana-mana, dan saia sadar dalam fict saia masih banyak hal-hal yang demikian. Hiks..), alur cerita yang gaje, pengembangan character (mary sue dan bashing yang gak ketulungan), ‘pernak-pernik fanfict’, de elel. Kita harus ehmm.. sedikit ‘bersyukur’ ada yang memberitahu kita akan hal itu. meskipun caranya sedikit ekstrem.
* bila kita mendapat flame yang asli menghujat dan mencaci maki kita, bernada kasar bin nyolot wal alay bin nyakitin hati, seharusnya kita gak usah peduli dengan hal itu. coz, kenapa kita mau sibuk ngurusin orang yang kurang kerjaan? yang pembendaharaan katanya hanya kata p@#!#$r, F%^k, dan sederet kata-kata yang musti disensor lainnya. Menanggapi hal-hal seperti itukan hanya akan membuang-buang tenaga dan pikiran kita. Toh seharusnya kita asyik mikirin lanjutan cerita, malah jadi mikirin flame. Oh, no...Mungkin, kalau kita di flame ala junk begitu, mending kita lihat balik fict buatan kita. Kalau fict kita memang hancur dan bikin sakit mata (introspeksi diri buat yang biasanya dengan sengaja melakukan kesalahan), kita harus berusaha untuk membuat karya yang lebih baik lagi, supaya flame itu ndak datang lagi. Namun, kalau karya kita emang bisa dibilang COOL bin TOP, kenapa kita mesti pusing dengan flame-flame itu? flamer-flamer itu paling sirik kali sama kamu-kamu yang punya fanfict yang KEREN ABIS!
Lalu, berlanjut dari adanya junk flamer. Berbondong-bondong (atau beberapa?) author yang terbakar esmosi... eh, emosi karena fanfictnya di-flame atau fanfict teman/ author lain di-flame, maka diapun (author) membuat fanfict ‘Fight Back’ untuk si flamer tersebut. Fanfict yang dikhususkan kepada junkflamer. ASTRADA... tahu gak sih? Bahwa mereka-mereka (junkflamer) itu Cuma pengen eksis, dan kamu-kamu malah melancarkan keinginan mereka dengan membuat ‘Fanfict Fight Back’ khusus untuk mereka.
Dan munculah fanfict yang menyatakan/ mengatasnamakan/ mengumandangkan (ye mengumandangkan, adzan kaleee..) untuk menjaga perdamaian di FFn kita tercinta ini. Fanfict macam itu dibuat untuk menyatakan apa ya.. perang terhadap flamer? Hujatan terhadap junkflamer?.. saia tidak tahu pasti..
Demi rasa persaudaraan, maka lahirlah fanfict-fanfict yang digunakan untuk menyadarkan Flamer. Tapi, ujung-ujungnya apa? Pas di page feedback (Review) orang-orang malah makin kisruh, dan mulai ikut-ikutan mencaci maki. Lha, padahal untuk menjaga perdamaian, tapi kenapa isi reviewnya tak lebih seperti mengajak perang? Ckckck... lalu, si flamer yang dibicarain ikut-ikutan me-review (padahal sudah ada warning ‘FLAMER DILARANG BACA’, wkwkwk...), si flamer jadi ‘panas’ dan langsung ngata-ngatain si author ‘Fanfict Fight Back’ tersebut dengan kata-kata yang seharga dengan sampah.
Lha... nanti? Kemudian? Lalu ujung muaranya kemana? (ye, muara.. lo kata sungai..)
Page review yang seharusnya menjadi tempat untuk mengutarakan perasaan setelah membaca fict, tempat memberikan concrit, pujian dan lain sebagainya, malah jadi tempat untuk saling mencaci maki, saling melempar kata-kata kotor, alias buka ‘forum’ di tempat yang tidak seharusnya. Lha, jadi orang-orang bakalan berpikir, fanfict ini dibuat untuk apa? Untuk perdamaian atau untuk membuat FFn makin kacau? Ckckckck... tragis..
Saia tahu, dan saia cukup sadar serta juga merasakan bahwa emang flame itu rasanya.. beuuhhh... sakit, pedih, perih hati ini ketika mendapatkannya. Tapi, setidaknya kita jangan terbakar api kemarahan begitu mendapatkan flame. Setidaknya, kita selami dulu flame itu. Kita baca baik-baik, kita cari, apa sih yang sebenarnya yang membuat flamer nge-flame fanfict kita. Kita jangan terbawa emosi ketika mendapatkan flame, karena itu bakalan membuat kita rugi (dan FFn makin kacau)
PrenkzZz, kalau seandainya kita mau menunjukkan ke flamer bahwa apa yang dia lakukan itu salah (dalam hal ini memberikan junkflame), maka kita harus memacu diri untuk membuat fanfict yang lebih berkualitas. Kita bungkam flamer-flamer alay itu dengan karya-karya yang COOL BANGET! gak perlu mempedulikan orang-orang yang sok eksis bin sok tahu wal sok benar tapi bahlul kuadrat (wkwkwk...). kita jadikan junkFlame sebagai salah satu motivasi yang membuat kita setingkat lebih tinggi dan menjadi terkenal.. (lha, emang bisa?).
And then, buat si flamer atau flamer yang maha agung atau flamer tingkat tinggi atau flamer yang biasa-biasa aja atau junkFlamer (lha, flamer kok tingkatannya banyak amat ya?)...
Buat mbah-mbah flamer di luar sana, ‘tak mohon.. kami sebagai author (atau mungkin saia sendiri) masih banyak kekurangan dalam menulis fanfict. Yang mana butuh saran dan kritikan dari banyak pihak. Tapi, tolong dong.. kalau memberikan kritikan juga jangan terlalu pedas sampai bikin sakit perut dan BAB kurang lancar *?*. Jangan malah membuat kreatifitas kita jatuh dan mati (lha?).
(pedas mode : ON)
Dan buat mbah-mbah Flamer alay bin gak tahu diri. Tolong ya.. kalau ngasih flame itu juga harus berdasarkan logika, pake otak, bukan pake emosi. Ndak usah memaksakan kehendakmu terhadap si author. Yang bisa lo kritik tuh masalah yang udah saia tulis diatas tadi. Masalah tata bahasa, alur, pendeskripsian (maybe..), dan masalah-masalah lainnya. Jangan yang lo kritik masalah pairing, genre, dan rating. Lo (flamer) sinting ya? Sampe mau maksain kehendak lo dengan ngata-ngatain orang? Masalah hal-hal intern seperti pairing dkk itukan suka-suka author. Lo gak punya hak buat nentuin hal-hal macam ntu.
(wah, jangan-jangan nanti setelah pair war, ada juga lagi genre war dan rating war, wkwkwk..)
Dan..
Please dong ih! Kata-kata yang mbah flamer gunakan.. kata-katanya itu jangan terlalu kasar. Malah pake kata-kata yang mesti disensor lagi. Emang, ndak ada ya kata-kata yang lebih sopan?
Ckckck, jangan sampai nanti... fanfictnya rate K+ ---> T, ehhh.. malah reviewnya yang rate M gara-gara penggunaan kata-kata yang yah.. gitu deh. Hihihihi...
-
SO friends.. we are the big family oh FFn, especially FNI. Jangan kita jadikan masalah-masalah ini sebagai jalan buat ‘perang’, tetapi jalan untuk membawa kita menjadi lebih baik lagi. Author, Reviewer, Reader, dan Flamer adalah satu didalam FFn ini. Tanpa mereka, mungkin.. kita bakalan ‘pincang’ kali ya? Kalo nggak ada author, apa yang mau kita baca? Apa yang mau kita review?. Tanpa Reader dan Reviewer , siapa yang bakal memberikan author pujian dan dukungan? Tanpa Flamer, siapa yang bakal mengkiritisi kita lagi? Siapa yang dengan ‘panas’nya memotivasi kita untuk lebih baik lagi? Iya nggak?
So, kita jaga damai FNI kitorang! Bukan dengan Fanfict Fight Back, bukan dengan kata-kata kasar, tapi dengan karya yang emang OKE punya.
FRIENDS... pada akhirnya, saia memohon/ meminta maaf yang sebesar-besarnya bila kata-kata saia ini terkesan menggurui teman-teman (dan senpai-senpai) sekalian. Ditengah-tengah ‘panas’ FFn saia malah dengan sotoy nulis-nulis essay gak jelas begini. Saia, yang notabenenya baru gabung di FFn malah sok-sok menasehati. Saia dengan seenak jidat malah sok menasehati, tapi diri sendiri kagak ditahu udah bener apa belum.. waduh...
Sekali lagi, saia memohon maaf bila ada pihak yang tersinggung atas essay sotoy bin GaJe ini. ¬^_^v
(SORRY berat, bila ada yang tersinggung.., jangan marah lama-lama ya.. :D)

Regards,
R.A.B.

Mantra GaJe Pencari Ide

Saturday, June 26, 2010

Hehehehe,
Karena steyess gara-gara gak punya ide buat nulis cerita, saia akhirnya malah nulis-nulis mantra gaje bin gak penting ini...
Wkwkwkwk...

HEX BABY CHECK IT OUT!!
-

Mantra Pencari Ide

Ide... Ide... Datanglah Ide...
Ide... Ide... Mampirlah kesini...
Datanglah seperti biasa
Melayang bagai awan di atas kepalaku
Menunggu 'tuk ku tangkap
Dan kutuliskan dalam secarik kertas

Ide... Ide... Kemarilah ide...
Ide... Ide... Kesinilah ide...
Janganlah kau buat hatiku gusar
Janganlah kau lari, Tetaplah berada di dalam kepalaku
Jangan buat aku terkena writer block
Karena hal itu amat sangat mengerikan
Bagaikan kehilangan otak di tengah jalan...

-
HUWAAAA!!! GaJekan? Maklum dah, yang buat juga orang gak jelas, wkwkwkwk...

ULANGAN MATEMATIKA = DEATH!

Wednesday, June 16, 2010

Tralalalala... Aku sinting... Aku malu... Aku.. Aku.. Aku.. Aku.. Arghrgrhgg!!!
NILAI MATEMATIKA SAIA JEBLOK!! ARGRHGRGHRH!!!

Wuft, pecah kaca jendela rumah gara-gara saia teriak-teriak...

Nilai math-ku, pelajaran yang paling kutakuti, ku segani, kupelajari siang malam saat ulangan karena aku sangat 'menyayangi'nya, sampai bela-belain gak belajar ICT.. Ternyata...
HANCUR LEBUR!! Nilai saia gak memenuhi KKM! Cuma 42! Sekali lagi EMPAT PULUH DUA!
Demi ayam goreng!!
Jadi, apa yang mau saia katakan sama mama? Gimana nanti reaksi dia? Marahkah? Murkakah? Atau.. Ketawa-ketawa gaje dan mengucapkan selamat pada saia? *wah, sepertinya pilihan terakhir itu yang paling gila*

selama ini saia selalu meyakini bahwa saia itu bisa, saia menghadapi ulangan matematika! Saia pasti berhasil memdapatkan nilai yang KEREN! Tapi.. Saia GAGAL! Oh NO!

Mungkin memang, dan itu benar adanya bahwa kita itu harus berusaha dulu, baru kemudian berharap. Dan saia malah melakukan kebalikannya.
Saia kurang berusaha. Saia selalu saja menunda-nunda waktu untuk belajar, dan hasilnya... Jadi kayak ginikan.. Kacau semuanya.. Semua hal ini amat sangat mengKHAWATIRkan. Mama, sangat menggantungkan harapannya sama saia. Dia pengen agar saia mendapatkan nilai yang bagus dan bisa masuk jurusan IPA, mama sangat mengharapkan supaya nanti saia bisa jadi DOKTER. Masalahnya adalah, emang ada ya dokter dengan nilai matematika 42? Aduh... Mimpi dah...

Yasudlah, ujung-ujungnya semua hal ini tergantung pada guru mata pelajaran dan wali kelas. Entah usaha apa yang dapat mereka lakukan dan SAIA lakukan agar nilai matematika saia dapat membaik.

Trililili..
Aku hanya dapat berharah... Oh, hopefully..