Selamat Datang, Dua Puluh!

Thursday, October 2, 2014

heah!


Hari ini
Hari yang kau tunggu
Bertambah satu tahun, usiamu
Bahagialah kamu...

-Jamrud - Selamat Ulang Tahun-

Bonjour, Rin! 
Di awali dengan lagu, akhirnya kamu, Rin, bertemu denganku.
Ikhlas tidak ikhlas, sembilan belas harus kamu lepaskan, kamu masukkan dalam sebuah kotak, kamu kunci, dan kamu simpan dalam sebuah ruang yang kamu sebut sebagai kenangan. Umur belas terakhir  kamu ini... sepertinya datar ya, tapi, bisa juga tidak sih.Hehehe...

Rindu

Saturday, September 20, 2014

Sa rindu masa lalu.
Di mana saya bisa nakal tanpa perlu memikirkan akibat dari kenakalan saya.
Di mana ketika saya pulang terlambat ada Bapak dengan kumis tebalnya menunggu di depan pintu untuk memarahi saya.
Tapi, ah. Sekalipun hati gentar ketika berhadapan
Toh besoknya, nakalnya diulangi lagi.

Sa rindu masa lalu.
Yang cuma main boneka sama-sama mama.
Yang adik tertidur di telapak kaki mama
dengan aku yang mengusik minta diperhatikan.

Entahlah [Ini Intinya Apa]

Thursday, September 11, 2014

here
Pikiran Radit mulai meliar. Baginya perempuan yang sedang patah hati itu bisa berbahaya, tidak terkecuali Rhea. Terutama Rhea. Setelah berhari-hari gadis itu mengurung diri di dalam apartemennya, kini gadis itu sama sekali tak nampak batang hidungnya di sudut mana pun Radit mencarinya. Sama seperti hari-hari kemarin sejak Rhea patah hati setelah putus dari pacarnya yang tukang selingkuh itu, Radit rutin mengunjungi rumahnya hanya untuk tahu bagaimana keadaan gadis itu. Well, meskipun kekecewaan yang selalu ia dapati karena Rhea tak kunjung mau membukakan pintu untuknya, tidak mau membagi luka dengannya. Dia sudah lelah dengan beratus-ratus nada sambung yang terputus dari teleponnya dan juga sudah putus asa mengirimi sms-sms tak berbalas ke Rhea. Dan sekarang ia merasa seperti menghadapi bencana.

Senja yang Terlalu Lama Menunggu Malam

Wednesday, September 10, 2014

Rintik-rintik lelah tak surutkannya
Berdiri dengan tumit yang mulai pegal
Toleh kanan kiri
Mencari
Menunggu

Sepoi angin mendinginkan ujung jemari
Sementara hati kehilangan hangat
gigil
dingin sekali.

Kenapa tak sampai juga?

Bangun Pagi-Pagi

Thursday, August 21, 2014

Aku bangun dengan jantung yang melonjak kaget dan tangan yang refleks meraba-raba sebelah tempat tidur. Ku temukan tanganmu di sana. Dan pikiranku semakin terlonjak membuat mataku terbuka sepenuhnya. Benar-benar kurasakan kerut-kerut seprai karena beban tubuhmu, lalu hangat yang menjalar karena kau berbalik ke samping, memberiku keleluasaan untuk menatap wajah tidurmu.
Di sini.
Di dalam kamar yang gelap, yang tirainya pelan-pelan terang karena sinar matahari pagi. Ada kamu di sampingku, balas menggenggam tanganku dalam tidur. Pupil

Balada Seorang Fans

Wednesday, July 30, 2014

"Tahu tidak, hal apa yang juga harus dipegang oleh Tim Sukses Capres-Cawapres RI dan Fans sebuah pairing?"

"Apa itu?"

"Jangan Keterlaluan."

Seharusnya, postingan hari ini bercerita tentang mudik saya di H-3 Idul fitri, acara bukber bareng teman SMP, dan juga post minal aidin buat lebaran. Tapi tadi, saya baru aja terkena sentilan. Jadi tiga calon postingan di atas saya tangguhkan dulu, diganti dengan postingan ini.

Saya adalah orang yang gampang terpengaruh. Untuk itu, saya selalu menjaga diri saya agar berada di lingkungan yang kondusif, eksternal mau pun internal. Karena saya tidak suka goncangan dan juga perubahan yang terlalu cepat. Saya selalu ingin berada di tempat yang tenang dan mengalir. Sekali pun saya dituntut untuk berlari dan cepat di suatu tempat, setidaknya saya selalu butuh pegangan dan keyakinan. Sehingga saya tidak kehilangan arah.

Tadi siang saya sudah keterlaluan.

What I Do When I'm Alone

Friday, July 11, 2014

HERE!
"I do an art, of course you don't understand. Because I do it on my way." -Me-

Ketika semua orang sudah balik ke kampung halaman mereka, dan gue tinggal sendirian di kost-kost-an, itu rasanya...
Sepi.
Dan kesempatan untuk melakukan hal sinting (in positive way, of course).
Yap, beberapa hari yang lalu gue sama temen-temen gue jalan-jalan ke pasar (hahahha, tumben). Ceritanya cuma nemenin aja mereka mau beli outfit gitu, dan gue niatnya cuma mau cuci mata doang. Dan malah berakhir beli cat kuku.