Jejak-Jejakmu

Monday, November 10, 2014

here

Jejak-jejakmu

Kamu, suka sekali lalu lalang di hatiku
Meninggalkan jejak serupa ngilu,
merembes sampai ke jemariku dan membuatnya bergetar
Lalu kaku aku.
Kau ambil detakku
Lebih dari yang bisa kuberi.
Dan
Kamu pergi.

Introduction... Square Project

Saturday, October 25, 2014


Hola holi guysss!!!

Wulalala, lama banget ya gue nggak nulis lagi. Sudah dua minggu sejak postingan terakhir, dan baru sekarang ngapdeth lagi. 
Well, selain sibuk dan malas (yeah, gue ngaku pemirsa!) sekarang ini gue mau 'launch' project baru gue

[FFan] UNTitled pt. 1

NaruHina Fanfiction
By. R.
here

-
Kenapa kita harus terlibat dalam hubungan yang seperti ini Hinata?
Kata-kata Naruto kembali terngiang dalam telinga Hinata, dan rasanya seperti ada pisau tak kasat mata yang mengiris hatinya. Meninggalkan perih pada luka yang belum sembuh benar. Salahkah ia bila ingin bahagia juga? Salahkah ia bila ingin meraih cintanya?
Dan mengapa Naruto tak mau juga berpaling?
Ah, dia juga seperti itu kan?
Kenapa Hinata tak mau juga berpaling dari Naruto?
"Kalau kau melamun terus, bisa-bisa rumah ini kebanjiran loh Hinata."

Selamat Datang, Dua Puluh!

Thursday, October 2, 2014

heah!


Hari ini
Hari yang kau tunggu
Bertambah satu tahun, usiamu
Bahagialah kamu...

-Jamrud - Selamat Ulang Tahun-

Bonjour, Rin! 
Di awali dengan lagu, akhirnya kamu, Rin, bertemu denganku.
Ikhlas tidak ikhlas, sembilan belas harus kamu lepaskan, kamu masukkan dalam sebuah kotak, kamu kunci, dan kamu simpan dalam sebuah ruang yang kamu sebut sebagai kenangan. Umur belas terakhir  kamu ini... sepertinya datar ya, tapi, bisa juga tidak sih.Hehehe...

Rindu

Saturday, September 20, 2014

Sa rindu masa lalu.
Di mana saya bisa nakal tanpa perlu memikirkan akibat dari kenakalan saya.
Di mana ketika saya pulang terlambat ada Bapak dengan kumis tebalnya menunggu di depan pintu untuk memarahi saya.
Tapi, ah. Sekalipun hati gentar ketika berhadapan
Toh besoknya, nakalnya diulangi lagi.

Sa rindu masa lalu.
Yang cuma main boneka sama-sama mama.
Yang adik tertidur di telapak kaki mama
dengan aku yang mengusik minta diperhatikan.

Entahlah [Ini Intinya Apa]

Thursday, September 11, 2014

here
Pikiran Radit mulai meliar. Baginya perempuan yang sedang patah hati itu bisa berbahaya, tidak terkecuali Rhea. Terutama Rhea. Setelah berhari-hari gadis itu mengurung diri di dalam apartemennya, kini gadis itu sama sekali tak nampak batang hidungnya di sudut mana pun Radit mencarinya. Sama seperti hari-hari kemarin sejak Rhea patah hati setelah putus dari pacarnya yang tukang selingkuh itu, Radit rutin mengunjungi rumahnya hanya untuk tahu bagaimana keadaan gadis itu. Well, meskipun kekecewaan yang selalu ia dapati karena Rhea tak kunjung mau membukakan pintu untuknya, tidak mau membagi luka dengannya. Dia sudah lelah dengan beratus-ratus nada sambung yang terputus dari teleponnya dan juga sudah putus asa mengirimi sms-sms tak berbalas ke Rhea. Dan sekarang ia merasa seperti menghadapi bencana.

Senja yang Terlalu Lama Menunggu Malam

Wednesday, September 10, 2014

Rintik-rintik lelah tak surutkannya
Berdiri dengan tumit yang mulai pegal
Toleh kanan kiri
Mencari
Menunggu

Sepoi angin mendinginkan ujung jemari
Sementara hati kehilangan hangat
gigil
dingin sekali.

Kenapa tak sampai juga?