Selamat Datang, Dua Puluh!

Thursday, October 2, 2014

heah!


Hari ini
Hari yang kau tunggu
Bertambah satu tahun, usiamu
Bahagialah kamu...

-Jamrud - Selamat Ulang Tahun-

Bonjour, Rin! 
Di awali dengan lagu, akhirnya kamu, Rin, bertemu denganku.
Ikhlas tidak ikhlas, sembilan belas harus kamu lepaskan, kamu masukkan dalam sebuah kotak, kamu kunci, dan kamu simpan dalam sebuah ruang yang kamu sebut sebagai kenangan. Umur belas terakhir  kamu ini... sepertinya datar ya, tapi, bisa juga tidak sih.Hehehe...
Sebelum kamu menyimpan rapi belas terakhir ini, mari kita buka beberapa lembarannya, tapi bukalah dengan pas. Membuka masa lalu terlalu banyak hanya akan membuatmu susah melangkah, dan membuka terlalu sedikit hanya akan membuatmu bingung mengambil keputusan di masa depan. Di belasmu yang terakhir ini, adalah belas yang cukup berat. Salah satu sosok paling berharga dalam hidup kamu sedang berada dalam kondisi yang kurang baik. Dan terkadang, hal itu menimbulkan luka dan penyesalan. Luka dan sesal karena tidak bisa berada di sampingnya ketika ia sangat membutuhkan kamu. Di belas terakhir ini, ruanng spesial hatimu masih kosong melompong. Bagus lah. Kalau Si Motor Gede tahu, dia pasti bangga padamu. Soalnya, kamu masih memegang wejangannya. Ya ngapain juga sih diisi, membuang-buang ruang saja. 
Belas terakhirmu ini, kamu lalui dengan... hmmm.... apa ya... hmmm... dengan tidak semangat, mungkin?
Kenapa?
Apa beban di hatimu begitu banyak?
Banyak ya?
Hei, jangan mengerutkan keningmu. Aku kan, hanya bertanya (ya, meskipun aku sudah tahu jawaban yang sebenarnya sih, tapi, aku kan hanya ingin memastikan).
Rin, bisakah, beban di belas terakhir ini kita bungkus saja dan kita kunci dan kita simpan rapat-rapat di sudut paling gelap hati kamu? Sehingga kamu bsia melangkah dengan ringan, tanpa perlu memikirkan segala kemungkinan-kemungkinan paling buruk?
Rin, di belas terakhirmu ini juga, aku ingin mengatakan, buang. Buang segala keburukan dan kebusukan di hatimu. Karena aku enggan tinggal di tempat mengerikan seperti itu. Aku ini kamu. Bukan kecoak, oke?
Iya, ini aku. Kamu di umur dua puluh tahun. Selamat berjumpa dan salam kenal!
Aku adalah masa di mana setiap orang berpikir bahwa aku adalah masa untuk lebih bijak, lebih dewasa, dan untuk perempuan... yeah... masa di mana keriput mulai menyerang. Hahahaha! Baiklah, aku hanya bercanda, tapi kalau mau dianggap serius juga tidak apa-apa.
Aku tidaklah datang dari masa depan, tentu saja. Karena masa depan hanya bisa kita datangi dengan bantuan Doraemon (ha!). Aku baru tercipta hari ini. Dan aku ingin mengenal dirimu terlebih dahulu dan lebih dalam , karena nantinya kita sama-sama akan menjalani 365 hari sebelum akhirnya nanti kita akan berpisah di tanggal yang sama. Duh, baru bertemu sudah memikirkan perpisahan. Tapi ya, begitulah aku, eh, maksudku, kamu. Aku, aku masih belum bisa menjelaskan apa-apa tentang diriku, karena nantinya kamu akan mengetahuinya sendiri seiring waktu. Yang jelas, untuk setahun ke depan, kita harus saling mengingatkan ya, Rin. Kita tidak boleh saling melupakan.
Jadi, apa permohonan kamu? Apa yang akan kita lakukan? Apa yang kamu inginkan? Apa? Oh, baiklah. Kau yang mendiktenya dan aku yang akan mengetiknya. oke?
Baiklah, mulai.
Semoga Mams bisa cepat sembuh, sehat, dan berumur panjang.

Semoga  Mams lebih sabar dan lebih kuat menghadapi cobaan yang dikasih Tuhan.

Semoga  Kaka Alan, Kaka Nunu lebih sabar dan lebih kuat menghadapi keadaan di rumah sekarang.

Semoga Rini tidak cengeng lagi, lebih dewasa, dan lebih bijak menghadapi segalanya.

Semoga  semua keinginan Rini tercapai. 

Segini saja ya? Hmm... sebaiknya begitu ya. Kalau semakin banyak, nanti semakin susah lagi terkabulnya keinginan ini.
Jadi?
So, is it the time to pack your nineteen and let me, your twenty to be with you?
Yeah... yeah... yeah...
Can you just welcoming me by singing happy birthday?

-
Happy birthday to you...
Happy birthday to you...
Happy birthday Happy birthday
Happy birthday, aku!

-Lagu yang entah siapa penciptanya-
Untuk dua puluhku, selamat datang. Mari kita hidupkan 365 hari ke depan! :) 


No comments:

Post a Comment

Kalau menurutmu, bagaimana?