Patah Hati Dari Dunia Paralel

Sunday, September 27, 2015

here
Saat menghadap ke komputerku dan termenung menatap kolom postingan di dashboard blogger, aku merasakan ada ngilu aneh yang tiba-tiba merambati jantungku. Kadang pula saat aku tengah termenung di dalam angkot, saat mengamati nama-nama makanan ringan di supermarket, atau ketika sedang menulis jawaban soal essai saat ujian. Ia merambat dengan lambat, menyebarkan gelombang aneh di area perut dan menghujam jantung dalam ngilu panjang yang samar-samar. Aku tidak punya riwayat penyakit jantung, tidak ayahku, tidak ibuku, tidak pula kakek-nenekku. Aku periksa ke dokter, dan dokter bilang tidak ada masalah apa-apa dengan jantungku.
Aku sehat.
Namun, mengapa?

[The Realities of Loving Someone Silently] Don't

Saturday, September 19, 2015


Don't give so high expectation for this kind of feeling
Don't pour to much hope for this kind of love
Because to much didn't make for this thing.

You don't have to feel so special
because little things he do to you
Smile and say hay
He do it for everyone else
You,
Just one in million people he know.

You, can't expect he know your feel
because you, didn't ever show him
You can't just send 
a random signal 
a weak wave
an awkward smile
and want him to know you

You, need to do more.
If you can't
Then don't.

Bi

Friday, September 18, 2015

Layaknya jalan raya dengan dua jalur.
Perasaan kita hanya bisa saling melewati namun tak bisa beriringan.
Layaknya dua sisi koin.

Kita hanya mampu saling membelakangi dan memeluk diri-sendiri.

Paradoks! Paradoks! Paradoks!

Thursday, September 17, 2015

here
Don't think! Don't think! Don't think! But you keep thinking
Don't over do! Don't over do! Don't over do! But you keep over doing it.

Sebenarnya, aku ingin kamu seperti ini. Namun sebaiknya, kamu jangan seperti ini.

Bagaimana mungkin pada saat yang sama, kamu menginginkan dua hal yang saling bertentangan?

Sebenarnya, ada aku punya harapan yang besar dengan dirimu. Namun, setiap kali harapan-harapan itu mulai berkembang, selalu saja ada yang membuatnya mati.

Hati: Aihhhh.... mau ma' lupakan iii (sudah mau saya lupakan dia)
Otak: Bagus, lupakammi saja. Na susai ko saja, dia terus jii mau diingat-ingat (Bikin susah saja dia terus yang diingat-ingat)
*Kemudian objek yang sedang dibicarakan melintas*
Hati: Aihhhhhhhhhh ndak bisa ka' ndak bisa ka' (Ahhhh, tak bisa aku melupakannya)
Otak: Cih. Dasar lemmmmah!

#KemudianGulingGulingSampaiZimbabwe

Aissshhh, apa ini.
Hang on! Hang on! Hang on saja lah!


Kejadian Malam Ini

here
Malam ini di kost suasananya jadi agak-agak horor.
Dua orang kesurupan. Satu di lantai atas, satu di lantai bawah
Dan pada awalnya anak-anak bingung mau ngapain.
Untungnya, ada tetangga yang bisa menangani. Langsung minta air sama bawang 'tunggal garis miring bawang merah yang tumbuh sendiri tanpa gabung sama sodara-sodaranya (?)
Gue jelas nggak ngerti apa korelasi antara bawang merah sama orang kesurupan.

Tentang Perasaan yang Berlayar Sendiri

Wednesday, September 16, 2015

here
Malam ini begitu sepi
dan hatiku kebas
kau begitu jauh
dan bahagia

Genggamanmu tak lagi kosong
Jok belakang motormu tak lagi sering kosong
handphonemu selalu ribut
kabar yang sampai padaku

Doa yang Bijak

Tuesday, September 15, 2015

here
Tuhan, kalau dia adalah jodohku,
Dekatkan lah ia padaku.
Kalau dia bukan jodohku,
Tolong beritahukan jodohku yang sesungguhnya, aku lelah menunggunya.
Sa keriput miii kasihaaaannn!!!
---------------------
Entah mengapa tiba-tiba menulis seperti ini setelah membaca banyak artikel tentang jodoh. Huh! Internet!

In The Rainy Night

Saturday, September 12, 2015

here
It's rainy night
we sat in the cafe
jazzy music play along
with the smell of cafein

You look at me
with question mark in your face
me, looking down
have no brave to stare back

I Can't Tell Anybody

Tuesday, September 8, 2015

Dini hari ini aku merasa benar-benar picik.
Manusia licik.
Menulis sebuah status, menggunakan kesialan dalam hidupku dengan harapan bisa menarik perhatian seseorang yang spesifik. Gila. Psiko banget nggak tuh? Bisa-bisanya aku menggunakan kepergian seseorang untuk menarik atensi orang lain. Aku merasa seperti psiko yang selalu menjadi tokoh utama dalam tes psikologi dalam satu percakapan basa-basi.
"Seorang gadis kehilangan Ibunya. Kini dia hanya tinggal berdua dengan adiknya. Ketika di pemakaman, dia bertemu dengan seseorang yang sangat tampan dan ia pun jatuh cinta. Menurutmu, apa yang akan dia lakukan untuk bertemu dengan seseorang itu lagi?"

Too Early Life Crisis : Sekedar Lupa Tujuan Hidup

Saturday, September 5, 2015

Struggleee!!!

Ketika semua orang di sekitarmu sudah menentukan ke mana mereka melangkah kemudian sementara engkau masih menjadi orang yang berkeliling menanyakan arah entah pada siapa, bagaimana rasanya?
Tertinggal lah.
Orang-orang sudah sibuk menyiapkan perbekalan menuju mars dan bersiap membangun koloni, seseorang masih saja sibuk mengurusi perkara sepele 'hari ini bikin status FB apa lagi ya?'.