Usaha

Thursday, March 27, 2014

here


“Dalam ujian, ada orang yang sudah berusaha mati-matian namun kalah sama orang yang santai-santai saja.” @daraprayoga_
 Terkadang, kita pasti ngerasain hal yang seperti ini. Sudah berusaha belajar siang-malam, tapi mendapatkan nilai yang biasa saja, bahkan buruk.
Aku juga pernah kayak gitu.
Dua mata kuliah. Biokimia dan Anatomi Tumbuhan. Dua-duanya nggak beres nilainya. Dua nilai terendah tercetak terpampang nyata di transkrip nilai itu rasanya kayak keselek tapi nggak ppunya air buat minum. Nyesek. Padahal sudah belajar mati-matian. Jalur Metabolisme, yang glikolisis sama siklus kreb itu? Cih, gue hapal! Bahkan sampai molekul-molekul O2 mana yang berpindah gue tahu susunannya. Metabolisme ini, metabolisme itu, gue tahu jalurnya. Tapi… tetep aja nilai jelek yang jadi akhirnya.
IPK gue anjlok!

TeenSquad di Mataku [Postingan yang Terlambat Dua Tahun]

Tuesday, March 25, 2014

Cuma ini yang saya punya, foto kelas nanti ya :D

Sebuah postingan yang terlambat dua tahun.
Pas buka dokumen-dokumen lama di laptop, saya melihat file ini, ditulis dalam Q10. File yang saya tulis waktu menanti hasil Ujian Nasional dulu, waktu saya tiba-tiba nyadar bahwa saya seharusnya menulis satu saja cerita tentang kelas aku. Betapa sia-sianya masa SMA saya kalau saya nggak meninggalkan apa-apa, kalau bukan buat teman-teman saya, setidaknya buat diri saya sendiri.
Meskipun mungkin, mereka sudah lupa sama saya.
Maklum, saya bukan lah siapa-siapa di dalam kelas. Saya dulu orangnya pasif, cukup diam, dan mungkin sedikit membosankan. Sekarang pun masih begitu.
Pas saya baca kembali file yang kini sudah berubah jadi postingan blog (akhirnya dia mencapai tujuan ditulisnya post ini, meskipun terlambat dua tahun). Saya berpikir… Ternyata saya juga punya ‘masa SMA yang indah’, meski pun pemahaman indah untuk saya dan untuk orang lain itu berbeda. Kita semua, menikmati masa SMA dengan cara yang berbeda-beda.
Ini tentang teman-teman kelas tiga saya di SMANSA Kendari.

Kotak

Thursday, March 20, 2014

here

Siapa bilang bumi itu bulat?
bagiku dia kotak.
yang menyimpan rahasia
pada ujung-ujung akar pepohonan

Siapa bilang bulan itu bulat?
bagiku dia kotak.
yang menyembunyikan rinduku
pada sudut-sudut jalan yang luput oleh cahaya

Siapa bilang mata ini bulat?
bagiku dia kotak.
yang mengendapkan seluruh rasa hatiku
pada lirikan yang acapkali tercuri



Model

Friday, March 14, 2014

here
Jam 00.00 dini hari, pelan-pelan aku mengendap. Kunci pintu sudah di kantong, sepatu high hellsku sudah kucopot. Sebentuk bulat kue blackforest kesukaanmu sudah kupegang.
Aku berjalan menuju koridor, memasukkan anak kunci ke dalam lubang pintu. Dibaliknya, kamu biasa berkutat dengan kamera dan lampu sorot.
SUPRISE!!
Kamu kaget! Pasti tak menyangka.
Begitu pula aku. Begitu pula perempuan bugil di depanmu.
Tandukku muncul.
Malam ini, aku yang jadi fotografernya, kamu jadi modelnya.
Model peti mati.



Saat Aku Menggenggam Tanganmu

Wednesday, March 5, 2014

here
Satu hal yang membuatku tenang adalah genggaman tangannnya yang hangat. Kemudian ketenangan itu menjelma menjadi getaran yang merambat dan mendebarkan dada, yang aku tahu artinya namun enggan untuk kuakui. Bahkan pada diriku sendiri.Karena aku takut tak bisa lagi menggenggamnya.
Aku takut genggamannya terlepas dan ia menjauh.

Siapa Bilang Jatuh Cinta Itu Enak?

Monday, March 3, 2014

here
Jatuh cinta itu nggak enak.
Terlebih lagi ketika perasaan itu hadir tanpa mengenal waktu, tempat, kondisi, dan kepada siapa perasaan itu jatuh. Mengerikan dan tidak tahu diri. Menyebalkan dan bikin susah. Semuanya jadi serba salah. Dan mendadak kita menginginkan segala hal menjadi sempurna. Tatanan rambut lah, pakaian lah, tampang lah, bahkan sampai sikap pun berubah karena perasaan itu.
Shit.

A Cafe

Sunday, March 2, 2014

Here
Tempatnya tidak terlalu luas, namun cukup nyaman untuk di jadikan sebagai tempat persinggahan selama beberapa jam. Terletak di pusat kota, agak jauh dari area perbelanjaan dan perlu beberapa menit untuk sampai ke sana bila berjalan kaki dari tempat pemberhentian bus.
Dinding luarnya terbuat dari susunan batu bata tanpa dicat. Bagian terasnya dilindungi oleh kanopi yang bercorak garis-garis besar warna tanah dan putih yang ditopang dengan dua tiang besi. Ada lima meja kayu persegi yang tersebar di bawah kanopi, dengan dua kursi kayu di setiap mejanya.