Yah! Mau Bagaimana Lagi, Kalau Tidak Berusaha Kau Bakalan Mampus!

Tuesday, June 7, 2016


Hola!
Aku kembali lagi, setelah berhari-hari hanya ongkang-ongkang kaki dan berenang-renang dalam empang keseharian yang membosankan. Jadwal mengisi blog yang diharapkan bisa empat kali sebulan kini jadi mandek, di bulan-bulan terakhir ini aku hanya menulis dua, bahkan hanya sekali saja.
Pada tulisanku sebelumnya di rumah ini, aku menyatakan bahwa aku tidak akan mengeluh lagi. Namun pada kenyataannya memang lebih mudah melanturkan omongan dibanding melakukannya. Berhenti mengeluh tidak segampang yang aku kira, nah, lihat, sekarang pun aku mengeluh lagi.Jadi aku hanya ingin bilang bahwa bila kau ingin melakukan sesuatu, kau harus memulainya dengan niat yang sungguh-sungguh atau apa yang kau inginkan hanyalah menjadi tai yang mengambang di jamban. Hanya ada untuk dibuang dan dilupakan.
Bila kukatakan aku mengalami kemerosotan intelektual sesungguhnya aku tidak berbohong.
Tentu aku tidak segera berubah menjadi seekor kerbau dungu yang perlu dicucuk hidungnya baru mulai bekerja. Hanya saja semakin ke sini aku merasa bahwa aku menjadi sulit berpikir. Ada banyak hal yang berseliweran di dalm kepalaku dan semunya menjadi campur aduk, tak bisa kubedakan lagi mana yang penting dan mana yang tidak. Pada akhirnya, karena lelah dan pusing memutuskan mana yang harus kukerjakan lebih dulu, aku memilih tidur atau bermalas-malasan sembari memantau perkembangan hidup orang lain di gawai. Sungguh kehidupan.
Aku kerap mengeluhkan otakku yang makin tidak bisa diajak bekerja sama, namun sesungguhnya yang menjadi masalah utama adalah kemalasanku. Serta, yang paling utama dan menjengkelkan adalah, kebiasaanku dalam menunda-nunda sesuatu.
Aih, menunda memang paling assik.
Aku punya satu laporan yang harus aku selesaikan sebelum hari sabtu, satu set perangat pembelajaran sebelum hari jumat, belajar untuk satu ujian esok hari, satu tugas kelompok yang harus rampung rancangannya hari jumat, belajar untuk ujian hari sabtu, menyelesaikan makalah, dua alias satu tugas proposal dan mengisi website pembelajaran sebelum hari jumat dan  empat buah laporan yang harus selesai senin depan, 
Lihat lah, aku punya satu paragraf pekerjaan yang harus aku selesaikan dalam minggu ini dan sekarang aku memilih untuk mengeluhkannya di tempat ini. Bila melihat dari isi paragraf di atas kau tentu sudah bisa menyimpulkan bahwa yang menjadi masalahku adalah tugas dan tugas dan tugas kuliah yang segambreng banyaknya. Mungkin kau akan menilai diriku sebagai manusia yang tak tahu membagi waktu, mahasiswa yang terlalu terpaku pada tugas, pemburu nilai paling tinggi, haus indeks prestasi di atas tiga koma lima. Tak masalah kau berpikir seperti itu. Yah beginilah kehidupan pencari ilmu yang kehidupannya hanya berputar pada rumah-kampus-rumah-kampus, tanpa ada ekspansi kemana-mana.
Ya, aku katak dalam tempurung yang tak tahu apa-apa mengenai dunia ini.
Kebiasaan menundaku ini harus segera kuhilangkan. Jelas. Tentu saja. Wajib dan tak bisa ditawar-tawar lagi. Harus segera kulenyapkan dari jagat semesta ini atau hidupku hancur. Yang menjadi penghalang adalah, aku tidak tahu caranya. Ide-ide semacam mengatur skala prioritas apalah itu sama sekali tidak manjur dan hanya menjadi omong kosong buatku.
Ahaha yeah, entah kenapa aku jadi senang membumbui omonganku.
Dan yah, tiba-tiba saja aku merindukan masakan tumis pete-tiram-tempe buatan Mama.

Ya Tuhan, nampaknya aku hanya kangen saja!


No comments:

Post a Comment

Kalau menurutmu, bagaimana?