Sebagai
lelaki yang sudah berkali-kali berselingkuh, menyeleweng, menikung, dan
mendua-mentiga-mengempat, seharusnya dia sadar, cerdas dan dia tahu untuk
menyembunyikan segala hubungan busuknya. Ala bisa karena biasa, istilahnya.
Kejayaan dan kemenangannya dalam menghancurkan hati dan membuat parit-parit air
mata di pipi perempuan akhirnya luruh oleh waktu. Lama-lama dia semakin bodoh
dalam menjalin hubungan.
Pada
akhirnya dia jatuh pada seorang perempuan. Sejenis perempuan diam, lugu, manis,
terlalu kosong dan putih untuk dibercaki gombalan gulali.