[PoH]Tangis di Wajahmu

Sunday, March 4, 2012

Rhyme A. Black
PresenT
NaruHina Fanfic
Naruto belongs to Masashi Khisimoto-sensei
Warning : OOC. AU. Misstypo.
Hope You Enjoy this super short story!

Pict from here

"Melihat air mata di wajahmu, adalah yang paling menyiksa hidupku..."


***  

Akhir-akhir ini, banyak hal yang menghantui pikiranku. Ini tentang kamu yang kurasakan semakin menjauh. Kita tidak lagi menghabiskan waktu makan siang bersama, kamu tak lagi mengganguku ketika kita sama-sama menelusuri koridor sekolah, kau bahkan menjadi lebih diam.



Apa ini karena dia? Dia yang seorang siswi baru yang sekelas denganmu, yang katanya duduk di sampingmu, yang katanya cantik.

Dan aku pun sepi tanpamu. Saat makan siang tak lagi kudengar keluhanmu tentang guru-guru yang kau anggap menyebalkan, atau tentang ibumu yang kau anggap cerewet. Apa yang kau ucapkan telah menjadi candu bagiku, membuatku selalu merasa sakit setiap kali menyadari kau tak ada di sisiku.

Aku melangkahkan kakiku menuju perpustakaan, mau mengembalikan buku yang minggu lalu kupinjam. Biasanya selalu ada kamu yang berjalan di sampingku. Tapi sekarang berbeda. Kamu tidak di sini.

Aku harap aku bisa melupakan sejenak kegundahanku akan ketidak hadiranmu, beranjak sedikit dari kehidupan nyata dan tenggelam di antara tumpukan buku-buku bacaan. Tanganku yang tengah menelusuri rak-rak buku terhenti seketika ketika kudengar suara yang begitu akrab dengan telinga dan hatiku, suaramu.

Dan kulihat kau di sana, duduk bercengkrama begitu dekat dan akrab. Membuat sesuatu di dalam diriku mengerang tidak suka.

Teman bicaramu cantik, sangat cantik malah. Rambutnya pirang panjang dan mata violetnya berbinar-binar ketika menatapmu.

Betapa bodohnya aku, malah tetap berdiri di tempat ini menatapmu lama-lama. membiarkan sesuatu menoreh luka pelan-pelan di hatiku.

"Jadi ini yang membuatmu lupa... lupa janjimu..." bisikku dalam hati.

Tapi entah apa yang terjadi, kalau malah menolehkan kepalamu ke arah tempatku berdiri.

Amethystku bertemu lautmu.


Sebelum kau membaca apa yang ada di mataku, aku memutuskan untuk cepat-cepat pergi dari tempat ini. Aku tidak ingin menginterupsi percakapanmu dengan gadis itu.

Aku merasa bodoh sekaligus sakit. Aku sudah tahu kita tidak akan pernah bisa melebihi sahabat, tapi aku masih saja menyimpan perasaan ini. Sakit di dadaku makin melebar, dan retak air mata mulai mengaburkan pandanganku.

"Hime!" kudengar teriakanmu, tapi aku enggan berhenti. Aku tidak mau kamu melihat air mataku.

"Hime! Hinata-chan!!" tak peduli lagi panggilanmu, aku semakin mempercepat langkahku. Tak peduli lagi sudah berapa orang yang mengeluh karena aku sambar. Aku hanya ingin satu hal. Bersembunyi darimu.

Tapi, sedetik kemudian kurasakan tangan kokohmu memegang pundakku, menahan diriku. Kini kau ada di hadapanku, melihatku menangis.

"Hi—Lho, kamu nangis?"

Kamu masih bertanya juga?

"Kamu kenapa? Ada yang ngisengin kamu? Ada yang gangguin kamu?" tanyamu lagi bertubi-tubi.

Aku menggeleng pelan. Satu-satunya hal yang menggangguku adalah kedekatanmu dengan orang lain. Dan aku tidak mungkin mengakuinya di depanmu. 



"Kalau ada yang gangguin kamu bilang aja."

Aku menggeleng lagi. 

Kamu memegang kedua bahuku, mensejajarkan tinggimu denganku, "Kalau gitu kenapa nangis?"

Apa aku harus mengaku sekarang?

"Hime, jangan nangis dong. Kita diliatin orang-orang nih."

Biar saja. Aku tidak peduli pada tatapan orang lain. Setan di dalam kepalaku berbisik.
Biar saja, karena kini hanya ada aku di matamu.

"Kamu sakit?"

Iya, sakit. Sakit hati.

"Maag kamu kambuh?"

"I--iyaa..." jawabku akhirnya. Menyadari bahwa ditatap lama-lama olehmu juga bisa menimbulkan bahaya. Aku tidak mau melakukan hal yang memalukan hanya karena kamu tatap sedekat ini.

Kamu menghela napas panjang. "Ya ampun Hime! Kita harus ke UKS sekarang."

"Nga...ngapain?"

"Lemot kamu kumat juga ya?" kamu memandangiku dengan mata yang menyipit curiga, memutar manik birumu itu. "Ya kamu istirahat di sana dong. Harusnya kalau maag kamu kambuh langsung bilang aja tadi. Gak perlu pake lari-lari begini. Kamu tuh bikin aku khawatir. Tadi aku malah mikir kalau kamu tuh—" ucapanmu terhenti.

"Ka... kalau aku kenapa?"

Apa ini hanya ilusiku atau kau terlihat gugup?

"Aaaahhh! gak usah dipikirin deh. Sekarang kita ke UKS ya—"

"Tadi Naru-kun mikir kenapa?"

"Udah... udah gak penting. Kita ke UKS. Kamu istirahat di sana."

"Ta... tapi"

"Udah gak penting."

Padahal aku hanya mau menanyakan, bagaimana dengan gadis berambut pirang itu. Tapi kau malah merangkul bahuku dan membawaku cepat-cepat ke UKS.

***

"Tangismu adalah lukaku..."

5 comments:

  1. Rhy-chan :) ,, boleh yaa manggilnya begitu ..
    first of all ,, aku penggemar blog kamu kedua aku sukaaaa banget sama cerita-cerita yang kamu buat oya yang di ffn juga .. errr aku penasaran deh sama yang naruto mau bilang ke hinata-chan .. apa yaaa?? #penuh tanda tanya

    ReplyDelete
  2. Hehehe,
    arigatou gozaimashu ne, Angel-neechan...

    Aduh, jadi malu aku #blushinggg

    btw, Angel-neechan member di FFn juga?

    ReplyDelete
  3. (∩_∩)
    iyaa aku member tapi cuman reader sih itu juga baruuu banget buat *malu :D

    reader masuk bagian member gak sih rhy-chan??

    aku belum sempat kasi review ke fict-fict yang udah pernah aku baca abisan baru tau kalo abis menikmati fict harus kasi review hehehe -___-" maaf yaaa rhy-chan :)

    ReplyDelete
  4. Selama punya akun, berarti udah jadi member, Angel-neechan...

    Hmm, kalau review sih tergantung RnRer-nya. Kalau mau mereview silahkan, kalau tidak juga that's no problem.

    Jadi, selama ini itu Angel-neechan adalah seorang silent reader. Reader yang menjadi penikmat karya, tapi belum memberikan feedback atau review..

    Angel-neechan udah punya akun yaphz? pennamenya apa? ^_^

    ReplyDelete
  5. ouh gitu ,, soalnya juga aku baru ketemu ffn pas lagi browsing tentang naruhina eh ketemu deh karyanya sayaka dini dari situ aku jadi suka ffn ,, jadi suka berkelana di ffn cuma di naruhina aja sih hihi .. sayangnya aku belum review fict-nya sayaka dini-san :D

    tapi kan sekarang udah punya akun ,, jadi aku usahakan kalo abis baca aku review fict-nya d(^^,)

    iya aku punya ,, namanya suki no ame :)

    ReplyDelete

Kalau menurutmu, bagaimana?