Semoga Ndak Hot-Hot Chicken Shit

Monday, June 8, 2015

Alloooooooo!!!!
Ya ampun gue hamper aja lupa buat nulis hari ini, kalau aja nggak buka Facebook sebelum tidur, mungkin gue nggak bakal ingat. Maklum, hari ini gue lagi malas aja gitu buat buka facebook lagi, tak ada yang bisa dilihaaaattt dan tidak ada kejadian dalam hidup gue yang bisa dipamer. Hmmm, atau mungkin karena perkara #NulisRandom2015 kali ya, gue yang dulu bisa sampai update status facebook and tweeeeeeter sampai sepuluh kali dalam satu jam (haduh lebay, tapi serius, kadang gue suka gitu) akhir-akhir ini paling Cuma update status dua-tiga kali sehari, kadang itu pun yang dishare Cuma link-link artikel yang menurut gue menarik.

Akhir-akhir ini, disela-sela kesibukan gue sebagai pengangguran, gue sering-sering lagi browsing-browsing alat dan bahan kerajinan tangan. Dan semakin dilihat, semakin bikin iriiiiiiiiiiiiii T.T
Envy berat uyyyyy.
Tadi, dari bangun tidur sampai batas waktu pemakaian internet gue—yaitu jam 12 siang, gue browsing-browsing di youtube dan pinterest tentang produk-produk rajutan. Gila! Keren-keren banget, dan susah!
Susah sih kalau nggak mau belajar.
Huwaaaaaa!!! Pokoknya gue mau pintar merajut!
Envy laaa aku ni, envyyyyy
Siwer mata berbieeeeee
Gue mau D.I.Y cardigan, baju, tas, bros, bahkan kalau bisa gue bikin celana, ya mau bikin celana juga. Hohohohoho! #NiatMuNduk #SemogaTakHotHotChickenShit
Tapi-tapi-tapi rata-rata benang-benang rajut tuh mahal, sama alatnya juga.
Jadi nampaknya gue harus puasa beli novel nih kalau mau beli alat dan bahan merajut.
Kan sekarang udah bisa lah sedikit tentang dasar-dasar merajut, tinggal memperbanyak dan memperdalam teknik aja. Dan gue ada niat mau bikin cardigan sebagai produk rajut pertama gue yang serius. Itu cara buat cardigannya habis aku liat di youtube. Modelnya sederhana dan nggak banyak pake teknik yang bisa bikin sendi-sendi jari patah gegara capek puter-puter benang.

Mau belajar dari yang sederhana dulu…
Terus coba-coba deh belajar buat yang susah.

Belajar baca pola dulu lah, soalnya kalau dilihat sekilas pola-pola merajut itu, rata-rata cuma kode-kode dan gue nggak tahu artinya apaan. Bahkan ada yang pake bahasa Jepang sama Rusia. Dua bahasa itu kan punya hurufnya sendiri… hufffttttt…. 


No comments:

Post a Comment

Kalau menurutmu, bagaimana?